Menurut Arifin, dalam Rumansyah dan Irhasyuna (2001) kesulitan siswa dalam mempelajari ilmu kimia dapat bersumber dari :
1. Kesulitan dalam memahami istilah
Kesulitan ini timbul karena siswa hanya menghapal istilah dan tidak memahami maksud dari istilah yang sering dipergunakan dalam pembelajaran kimia.
2. Kesulitan dalam memahami konsep kimia
Kebanyakan kosep-konsep dalam ilmu kimia maupun materi kimia secara keseluruhan merupakan konsep atau materi yang bersifat abstrak dan kompleks, sehingga siswa dituntut untuk memahami konsep tersebut secara benar dan mendalam.
3. Kesulitan angka
Dalam mempelajari kimia tidak lepas dari perhitungan matematis, dimana siswa dituntut trampil dalam menerapkan rumus atau operasi matematika. Namun sering dijumpai siswa tidak memahami rumus tersebut.
Belajar tidak senantiasa berhasil, akan tetapi sering kali ada hal-hal yang bisa menghambat kemajuan belajar. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar dikarenakan metode mengajar yang tidak sesuai, penekanan kurikulum yang tidak cocok atau bahkan pembelajaran yang kompleks.
Menurut Slameto (2003 : 54), faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar ada dua, yaitu :
1. Faktor internal
a. Jasmani, yang terdiri dari faktor :Cacat tubuh, Mempunyai penyakit yang sifatnya menahun yang dapat menghambat usaha-usaha belajar secara optimal.
Kelemahan pada unsur pancaindera yang dapat mengganggu interaksi dalam proses pembelajaran.
b. Psikologis dan mental, yang terdiri dari faktor:
1) Inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.
2) Tingkat kecerdasan rendah.
3) Aktivitas yang tidak terarah,kurang semangat,kurang menguasai ketrampilan. c. Emosional dan kebiasaan sikap yang salah, terdiri dari faktor :
1) Terdapatnya rasa tidak aman (insecurity).
2) Penyesuaian yang salah terhadap orang – orang.
3) Kurang menaruh minat terhadap pekerjaan sekolah.
4) Malas dan tidak mau belajar.
5) Sering tidak mengkuti pelajaran (bolos).
6) Banyak melakukan aktivitas yang bertentangan dan tidak menunjang aktivitas sekolah.
d. Tidak memiliki ketrampilan dan pengetahuandasar yang diperlukan, seperti :
1) Ketidakmampuan membaca, menulis, kurang menguasai pengetahuan dasar untuk bidang studi yang ditempuh (misalnya bahasa inggris).
2) Memiliki kebiasaan belajar dan cara bekerja yang salah.
2. Faktor eksternal
a. Keluarga, yang meliputi:
1) Cara orang tua mendidik
2) Relasi antara anggota keluarga
3) Suasana rumah
4) Keadaan ekonomi keluarga,
5) Pengertian orang tua latar
6) Besar kecilnya anggota keluarga
7) Tradisi dan kultur keluarga
8) Ketrentaman dan keamanan sosio-psikologis.
b. Sekolah, yang meliputi:
1) Kelemahan dari sistem belajar mengajar pada tingkat-tingkat pendidikan.
2) Kurikulum yang seragam, buku sumber yang tidak sesuai dengan tingkat kematangan dan perbedaan individu.
3) Relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa.
4) Terlalu sering pindah sekolah atau tinggal kelas.
5) Terlalu berat beban belajar (siswa) dan atau mengjar (guru).
6) Ketidaksesuaian sistem pengajaran
7) Terlalu besar populasi siswa dalam kelas, terlalu banyak menuntut kegiatan diluar.
8) Disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah.
c. Masyarakat, yang meliputi:
1) Kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.
2) Pengaruh kelompok pergaulan yang tidak edukatif dan merusak moral siswa.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa rendahnya aktivitas, minat, dan hasil belajar kimia siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: (1) Penyampaian materi kimia oleh guru dengan metode demonstrasi yang hanya sekali-kali dan diskusi cenderung membuat siswa jenuh, siswa hanya dijejali informasi yang kurang konkrit dan diskusi yang kurang menarik karena bersifat teoritis; (2) Siswa tidak pernah diberi pengalaman langsung dalam mengamati suatu reaksi kimia, sehingga siswa menganggap materi pelajaran kimia adalah abstrak dan sulit difahami; (3) Metode mengajar yang digunakan guru kurang bervariasi dan tidak inovatif, sehingga membosankan dan tidak menarik minat siswa. Hal ini menunjukkan kompetensi guru kimia yang masih perlu ditingkatkan.
dari permasalahan diharapkan teman-teman dapat membantu untuk menjawabnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar