Selasa, 02 Mei 2017

Kesulitan Guru Dalam Membelajarkan Kimia

Dalam proses pembelajaran kimia selama ini terlihat kurang menarik, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memiliki minat pada pelajaran kimia, sehingga suasana kelas cenderung pasif, sedikit sekali siswa yang bertanya pada guru meskipun materi yang diajarkan sulit untuk dapat dipahami. Dalam pembelajaran seperti ini siswa akan merasa seolah-olah dipaksa untuk belajar sehingga jiwanya tertekan. Keadaan demikian menimbulkan kejengkelan, kebosanan, sikap masa bodoh, sehingga perhatian, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menjadi rendah. padahal Seorang Guru Kimia dipersyaratkan mempunyai kompetensi dalam bidang akademis yang cukup kompleks. Sebagai ilustrasi, ada 14 hal yang harus dimiliki guru Kimia dalam kompetensi profesional, di antaranya adalah: (1) memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori kimia yang meliputi struktur, dinamika, energetika, dan kinetika serta penerapannya, dan (2) kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan bidang ilmu kimia dan ilmuilmu yang terkait (Permendiknas No. 16/2007). Kedua macam kompetensi ini menuntut penguasaan dan pemahaman konten kimia yang mendalam bagi guru. Selanjutnya karena apa yang siswa pelajari sangat dipengaruhi oleh cara siswa diajar oleh gurunya (NRC, 1996: 28), maka cara mengajar guru atau pengetahuan pedagogis guru tidak bisa dipisahkan dari konten materi yang diajarkan. Konten merupakan pengetahuan sains yang semestinya dikuasai oleh pengajar, mencakup fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori (Dahar & Siregar, 2000), sedangkan pedagogi berhubungan dengan cara-cara yang dapat dilakukan untuk membantu siswa belajar dan memecahkan masalah dalam sains (Enfield, dalam Purwaningsih, 2011). Menurut Shulman (1987) pengetahuan konten dan pengetahuan pedagogis harus dipadukan dalam pembelajaran untuk menciptakan pengetahuan baru: Pedagogical Content Knowledge (PCK). Karenanya, PCK sangat penting dalam proses pembelajaran di dalam kelas.
Berkaitan dengan belajar dan pembelajaran kimia di Indonesia yang ada pada saat ini, permasalahan yang dihadapi guru dalam mebelajrakan kimia dikelompokkan menjadi dua yaitu permasalahan umum dan permasalahan khusus.
1. Permasalahan Umum
Permasalahan umum merupakan permasalahan yang sering ditemukan oleh setiap guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Adapun yang termasuk permasalahan umum dalam mengajarkan IPA/KIMIA antara lain:
a. Menyiapkan Bahan Pelajaran
Guru harus memikirkan bahan-bahan yang topiknya tertera dalam silabi berkaitan dengan kebutuhan anak didik pada usia dan dalam lingkungan tertentu. Minat anak didik akan bangkit bila suatu bahan diajarkan sesuai dengan kebutuhan anak didik. Berkenaan dengan persiapan bahan ajar ini, secara umum masalah yang dimaksud meliputi cara penentuan jenis materi, kedalaman, ruang lingkup, urutan penyajian, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran.
Masalah lain yang berkenaan dengan bahan ajar adalah memilih sumber di mana bahan ajar itu didapatkan. Ada kecenderungan sumber bahan ajar dititikberatkan pada buku. Padahal banyak sumber bahan ajar selain buku yang dapat digunakan. Buku pun tidak harus satu macam dan tidak harus sering berganti seperti terjadi selama ini. Berbagai buku dapat dipilih sebagai sumber bahan ajar. Termasuk masalah yang sering dihadapi guru berkenaan dengan bahan ajar adalah guru memberikan bahan ajar atau materi pembelajaran terlalu luas atau terlalu sedikit, terlalu mendalam atau terlalu dangkal, urutan penyajian yang tidak tepat, dan jenis materi bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai oleh siswa.
Sehubungan dengan itu, perlu disusun rambu-rambu pemilihan dan pemanfaatan bahan ajar untuk membantu guru agar mampu memilih materi pembelajaran atau bahan ajar dan memanfaatkannya dengan tepat. Rambu-rambu dimaksud antara lain berisikan konsep dan prinsip pemilihan materi pembelajaran, penentuan cakupan, urutan, kriteria dan langkah-langkah pemilihan, perlakuan/pemanfaatan, serta sumber materi pembelajaran.

b. Metode Mengajar
Dalam kegiatan belajar mengajar, guru tidak harus terpaku dengan menggunakan satu metode, tetapi guru sebaiknya menggunakan metode yang bervariasi agar jalannya pengajaran tidak membosankan tetapi menarik perhatian anak didik. Solusi dari permasalahan ini yaitu guru hendaknya lebih selektif terhadap penggunaan metode pembelajaran.

c. Kegiatan Mengajar
Guru sebaiknya memperhatikan perbedaan individual anak didik, yaitu pada aspek biologis, intelektual dan psikologis. Kerangka berfikir demikian dimaksudkan agar guru mudah dalam melakukan pendekatan kepada setiap anak didik secara individual. Setiap siswa didalam kelas memiliki karakter yang berbeda-beda pada setiap individunya. Banyaknya perbedaan ini tentunya akan berpengaruh terhadap kondisi siswa dalam belajar. Salah satu usaha agar pembelajaran tercapai dari permasalahan ini adalah dengan pembentukan kelompok-kelompok belajar didalam kelas. Hal ini bertujuan supaya tiap individu di dalam kelas menjadi subjek utama dan dapat saling berinteraksi dengan semua individu sehingga merasa belajar lebih nyaman.

2. Permasalahan Khusus
Permasalahan khusus dalam mengajarkan IPA atau materi Kimia adalah permasalahan-permasalahan yang timbul saat mengajarkan IPA/KIMIA tetapi tidak semua guru mengalami kesulitan tersebut. Adapun permasahan khusus dalam mengajarkan IPA/KIMIA adalah sebagai berikut.
a. Guru tidak siap mengajar
Dalam hal ini berarti, guru kurang memahami konsep materi yang diajarkan. Sebelum mengajar, guru sebaiknya menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan untuk mengajar, mempersiapkan materi pelajaran dengan baik untuk diajarkan kepada siswa. Kesiapan guru dalam mengajar diperlukan agar siswa memperoleh materi dari guru secara runtut, dengan demikian siswa akan mudah menerima materi dari guru dan mempelajarinya.

b. Guru kesulitan dalam membangkitkan minat belajar siswa.
Solusi dalam mengatasi masalah ini yaitu berawal dari minat guru sendiri. Guru harus mampu membuat ide-ide kreatif yang menarik sehingga siswa menjadi tertarik dan minat belajarnya meningkat Kemampuan dan keterbatasan guru/ sekolah dalam memberikan teori disebabkan alat-alat untuk mengadakan percobaan tidak lengkap.

c. Sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana yang mendukung terciptanya suasana yang kondusif di dalam belajar akan mempengaruhi proses belajar siswa. Prasarana pembelajaran meliputi sarana olahraga, gedung sekolah ruang belajar, tempat ibadah, ruang kesenian, dan peralatan olahraga. Sarana pembelajaran meliputi buku pelajaran, buku bacaan, alat dan fasilitas laboratorium sekolah dan berbagai media pengajaran yang lain. Lengkapnya sarana dan prasarana pembelajaran merupakan kondisi pembelajaran yang baik. Hal ini tidak berarti bahwa lengkapnya sarana dan prasarana menentukan jaminan melakukan proses pembelajaran yang baik. Justru disinilah muncul bagaimana mengolah sarana dan prasaranapembelajaran sehingga tersenggara proses belajar yang berhasil dengan baik. Sarana tersebut terkadang kurang memadahi sehingga kegiatan belajar menjadi terganggu. Dalam hal ini perlu ada suatu perbaikan prasarana tersebut sehingga kegiatan belajar menjadi kondusif, selain itu guru harus lebih kreatif bila sarana tersebut belum terbenahi agar siswa tetap dapat berkonsentrasi.

d. Kurang optimal dalam penerapan metode
Guru harus tepat memilih metode pembelajaran yang digunakan dalam mengajar. Hal ini dapat dikaji dari karakteristik siswa dalam kelas dan karakteristik metode pembelajaran yang digunakan.selain itu, didalam pembelajaran IPA/KIMIA, guru juga lebih baik jika mengaitkan konsep dengan lingkungan sekitar. Siswa akan belajar denan baik jika apa yang dipelajari terkait dengan apa yang tekah diketahui dan dengan kegiatan yang atau peristiwa yang akan terjadi di sekelilingnya. Pembelajaran ini menekankan pada daya pikir yang tinggi, transfer ilmu pengetahuan, mengumpulkan dan menganalisis data, memecahkan masalah-masalah tertentu baik secara individu maupun kelompok.

1 komentar:

  1. selain yang anda jelaskan, Guru seringkali sulit membelajarkan materi kimia pada siswa kelas X SMA, karena materi kimia merupakan materi yan baru bagi mereka yang mana materi kimia belum mereka pelajarai saat masih SMP seperti materi IPA lainnya seperrti fisika dan biologi. Sehingga guru harus sangat teliti dalam memperkenalkan materi kimia agar siswa tidak Miskonsepsi dengan mata pelajaran kimia.
    Siswa malas belajar kimia karena menurut mereka materi kimia sangat sulit untuk dipahami sehingga menyebabkan mereka gagal dalam mata pelajaran kimia, kegagalan siswa dalam belajar dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
    1. Dalam batas waktu tertentu yang bersangkutan tidak mencapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat penguasaan materi (mastery level) minimal dalam pelajaran tertentu yang telah ditetapkan oleh guru (criterion reference).
    2. Tidak dapat mengerja¬kan atau mencapai prestasi semestinya, dilihat berdasar¬kan ukuran tingkat kemampuan, bakat, atau kecerdasan yang dimilikinya. Siswa ini dapat digolongkan ke dalam under achiever.
    3. Tidak berhasil tingkat penguasaan materi yang diperlukan sebagai prasyarat bagi kelanjutan tingkat pela.
    Guru kimia diharapkan dapat menjadikan materi kimia menjadi materi yang menyenangkan untuk dipelajari sehingga tingkat keberhasilan siswa dalam belajar kimia semakin meningkat.

    BalasHapus