Selasa, 14 Maret 2017

Penilaian Autentik Dalam Kurikulum 2013

a. penilaian autentik
                Penilaian merupakan salah satu komponen utama dalam sebuah kurikulum. Melalui penilaian dapat dilihat apakah tujuan pembelajaran sebagaimana yang termuat dalam kurikulum sudah tercapai atau belum. Model penilaian ini selalu berkembang dan disempurkan seiring dengan perkembangan dan perobhan kurikulum yang berlaku. Perobahan kurikulum di Indonesia sudah terjadi sebanyk 9 kali yang dimulai dari tahun 1947 yang dikenal dengan rentjana pelajaran hingga kurikulum 2013 yang dikenal dengan kurikulum berkarakter.

              Penilaian autentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai.

b. karakteristik penilain autentik
Karakteristik penilaian otentik menurut Santoso adalah sebagai berikut:
  1. Penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran.
  2. Penilaian mencerminkan hasil proses belajar pada kehidupan nyata.
  3. Menggunakan bermacam-macam instrumen, pengukuran, dan metode yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar.
  4. Penilaian harus bersifat komprehensif dan holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran.
Jadi, penilaian autentik merupakan suatu bentuk tugas yang menghendaki pembelajar untuk menunjukkan kinerja di dunia nyata secara bermakna, yang merupakan penerapan esensi pengetahuan dan keterampilan. Penilaian autentik menekankan kemampuan pembelajar untuk mendemonstrasikan pengetahuan yang dimiliki secara nyata dan bermakna. Kegiatan penilaian tidak sekedar menanyakan atau menyadap pengetahuan yang telah diketahui pembelajar, melainkan kinerja secara nyata dari pengetahuan yang telah dikuasai.

menurut saudara kenapa perlu adanya penilain autentik ?

4 komentar:

  1. Penilaian autentik adalah penilaian yang meliputi keseluruhan aspek dalam diri siswa selama pembelajaran berlangsung. Aspek yang terdapat dalam diri siswa itu ada 3 (tiga) yaitu aspek sikap (yang dalam bahasa KTSP-nya afektif), aspek pengetahuan (yang dalam bahasa KTSP-nya kognitif), dan aspek keterampilan (yang dalam KTSP-nya psikomotorik).
    Dalam prinsip penilaian autentik, siswa tidak hanya diukur pengetahuannya aja, tetapi juga diukur sikap dan keterampilannya. Mengapa penilaian autentik ini diberlakukan? Ini tidak lain adalah untuk meluruskan kembali anggapan bahwa siswa yang cerdas adalah siswa yang memperoleh nilai bagus dalam ulangan tertulis. Siswa yang cerdas idealnya adalah siswa yang bagus budi pekertinya, yang mantap pengetahuannya, dan terampil kerjanya.
    penilaian autentik di terapkan karena penilaian autentik lebih efesien dalam penilaian yangg menyeluruh pada berbagai aspek

    BalasHapus
  2. untuk melakukan penilaian yang tidak hanya dilihat dari 1 sisi, namun dari berbagai sisi sehiingga penilaian menjadi lebih akurat dan adil pada tiap siswa

    BalasHapus
  3. trimakasih atas jawabannya.sedikit menanggapi lalu bagaimana menurut saudari, manakah yang lebih efektif penilaian autentik pada kurikulum 2013 atau KTSP 2006 jika ditinjau dari penilain secara nyata dan adil menurut anda ?

    BalasHapus
  4. Perlu adanya penilaian autentik ini adalah untuk men generalkan dalam mengevaluasi setiap siswa.. jadi tidak hanya berat di satu opsi.. kita ketahui dalam penialaian autentik 3 aspek yg hatus d evaluasi kognitif afektif dan psikomotor sehingga dlam penilaian 3 nya mnjadi point uatama dlm pnialaian k 13 ini

    BalasHapus