Selasa, 21 Maret 2017

Basic Skill In Laboraturium

KETERAMPILAN MENGELOLA LABORATURIUM SEBELUM, PADA SAAT DAN SESUDAH PRAKTIKUM

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan praktikum di laboratorium 
kimia antara lain: 

PRA PRAKTIKUM
a. Pertemuan awal. 
        Pada pertemuan awal (sebelum pelaksanaan praktikum), baik kepala 
laboratorium, guru pengampu praktikum maupun laboran bersama-sama mendiskusikan 
format pelaksanaan praktikum yang akan dilaksanakan. Laboran bukanlah objek untuk 
menyiapkan praktikum semata, sehingga perlu dilibatkan dalam diskusi awal karena 
seorang laboran mengetahui seluk beluk peralatan dan bahan yang terdapat dalam 
laboratorium. Hal-hal yang perlu dibahas dalam pertemuan awal antara lain: 

   i. Jenis praktikum. 
      Jenis praktikum dimaksud adalah praktikum yang bersifat kualitatif atau kuantitatif 
yang akan dilaksanakan. Jenis praktikum yang akan dilaksanakan tentu saja harus 
sesuai dengan peralatan dan bahan kimia yang tersedia di laboratorium serta alokasi 
waktu yang disediakan untuk praktikum. 

    ii. Penanggungjawab praktikum. 
        Penanggungjawab praktikum yang akan dilaksanakan perlu ditentukan. Hal ini 
diperlukan untuk menentukan guru yang bertindak sebagai pengampu praktikum 
(bila guru kimia lebih dari satu)

    iv. Mata Acara dan Pelaksanaan Praktikum 
         Guna memperlancar pelaksanaan praktikum, perlu dibuat tabulasi hari, tanggal, 
mata acara praktikum yang akan dilaksanakan. Bila kelompok berjumlah besar, 
pelaksanaan praktikum bisa dilakukan secara bergantian. Hal ini dilakukan untuk 
mensiasati keterbatasan peralatan dan bahan kimia

b. Asistensi 
        Asistensi merupakan kegiatan awal sebelum pelaksanaan praktikum. Biasanya asistensi 
dilakukan 1 minggu sebelum pelaksanaan praktikum. Pada kegiatan asistensi, guru 
pengampu menjelaskan tata tertib, mata acara dan gambaran umum tentang praktikum 
yang akan dilaksanakan (alat, bahan dan prosedur kerja yang utama), format pembuatan 
laporan dan dasar penilaian. 

c. Tes Awal 
        Tes awal (pretest) dilakukan sebelum pelaksanaan praktikum dan bertujuan agar siswa (praktikan) sudah mengetahui gambaran praktikum yang akan dilaksanakan. Tes awal 
bisa dilakukan pada hari yang sama sebelum pelaksanaan praktikum. Jadi tes awal 
dilakukan tiap kali akan dilakukan praktikum. Selain itu tes awal bisa juga dilakukan 
satu kali sebelum pelaksanaan praktikum (lihat contoh tabulasi rencana acara 
praktikum). 

PADA SAAT PRAKTIKUM
a. Praktikum 
          Hal-hal yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan praktikum antara lain: 
• Terlaksananya aturan-aturan dalam tata tertib praktikum, antara lain: pemakaian jas 
   praktikum (semua kancing jas dikancingkan), pemakaian sepatu yang menutupi jari 
   kaki, dll. 
• Sebelum melaksanakan praktikum, siswa (praktikan) wajib meminjam alat kepada 
   laboran (petugas laboratorium) dengan mengisi form/bon peminjaman alat dan 
   meninggalkan identitas diri (kartu pelajar) di ruang peminjaman alat. Hal ini 
   bertujuan untuk memantau kerusakan alat yang dipinjam praktikan. 
• Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan praktikum. 
• Pengembalian alat. Alat yang dikembalikan kepada laboran harus dalam keadaan 
   bersih dan tidak rusak. Apabila rusak (misalnya alat gelas yang dipinjam rusak), 
   praktikan wajib mengganti dengan barang dan spesifikasi yang sama. Hal ini 
   bertujuan untuk mendidik praktikan agar bekerja dengan hati-hati. 

PASCA PRAKTIKUM
a. Laporan 
        Laporan disusun setelah selesainya pelaksanaan praktikum dan ditulis dengan bahasa 
Indonesia yang baik dan benar, menggunakan kalimat pasif untuk prosedur kerja. 
Pembuatan laporan praktikum dapat dilakukan dalam bentuk laporan ataupun lembar 
kerja siswa. 
1) Pembuatan Laporan Praktikum 
     Laporan praktikum ada 2 macam, yaitu: 
    o Laporan sementara. Sistematika tergantung pada kegiatan praktikum yang 
       diikuti, misalnya: 
       > Nama praktikan 
       > Hari tanggal praktikum 
       > Judul Percobaan 
       > Hasil 

   Laporan sementara yang sudah dibuat, ditandatangani oleh guru pengampu 
      praktikum, dengan tujuan agar data praktikum tidak diubah, sehingga data 
      praktikum di laporan sementara sama dengan data praktikum di laporan resmi. 
   
   o Laporan resmi 
      Contoh sistematika laporan resmi adalah: 
      * Judul Percobaan 
      * Tujuan Percobaan 
      * Landasan Teori 
      * Metoda Percobaan 
      * Hasil dan Pembahasan 
      * Kesimpulan 
      * Daftar Pustaka 
     Laporan resmi dikerjakan di rumah dan dikumpulkan pada awal praktikum 
     berikutnya. 

  2) Lembar Kerja Siswa 
          Lembar kerja siswa bisa digunakan sebagai ganti laporan praktikum. Format lembar 
  kerja sudah disiapkan pengelola laboratorium dan siswa tinggal mengisikan hasil 
  pengamatan yang didapat selama praktikum. Lembar kerda diisi setelah praktikum 
  dan dikumpulkan pada hari itu juga (tidak dikerjakan di rumah). Lembar kerja siswa 
  digunakan sebagai laporan praktikum dengan tujuan untuk menghemat waktu dan 
  tidak terlalu membebani siswa (praktikan).

g. Tes Akhir 
           Tes akhir (responsi) dilaksanakan setelah semua kegiatan praktikum selesai 
dilaksanakan. Tes akhir bertujuan untuk mengetahu tingkat pemahaman siswa tentang 
praktikum yang telah dilaksanakan. Satu minggu setelah mata acara praktikum terakhir, 
bisa dilakukan pembahasan praktikum. Pada pembahasan, guru pengampu praktikum 
menjelaskan segala sesuatu tentang praktikum (misalnya reaksi yang terjadi) dan siswa 
diberi kesempatan bertanya apabila ada bagian-bagian yang belum dimengerti.


"permasalahan pada keterampilan dalam proses praktikum sering kali kita jumpai, salah satunya yaitu sulitnya mengkondisikan kelas dengan jumlah siswa yang banyak untuk dapat melakukan semua percobaan secara individu atau terlibat dalam praktikum. apa solusi untuk dapat menghindari supaya permasalahan itu tidak kita temui pada saat praktikum ?"

4 komentar:

  1. cara yang dapat dilakukan yaitu dengan membagi kembali jadwal pelaksanan praktikum tersebut menjadi dua atau tiga tergantung banyaknya individu dalam satu kelas tersebut, memang cara ini membutuhkan waktu yang lebih panjang namun jika dilihat dari efektifitasnya untuk dapat membuat seluruh individu dapat berperan akitf dalam proses praktikum cara ini cukup baik untuk dilakukan

    BalasHapus
  2. cara yang dapat dilakukan dengan membagi menjadi 2 shif atau dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai alat yang ada. agar tidak terjadi yang bekerja hanya beberapa orang maka pratikum ini dibuat estapet jadi seandainya dalam 1 kelompok ada 10 orang jadi 5 orang disuruh mengerjakan setengah dari prosedur dan seteganya lagi prosedur selanjutnya. saat 5 orang yang bekerja dan yang 5 orang yang tidak bekerja bisa mengamati teman yang bekerja dan menyatat hasil yang didapat.

    BalasHapus
  3. setuju dengan jawaban saudari syafira dan santi, namun disini saya ingin menanggapi sedikit bahwa dari upaya-upaya yang telah kita lakukan ternyata masih terkendala dalam penyediaan bahan-bahan kimia untuk praktikum. adakah solusi untuk mengatasi hal tersebut ?

    BalasHapus
  4. Menaggapi pertanyaan kmbali dri saudari septi bahwa kendala pada penyediaan bahan bahan kimia , adapun sedikit solusinya diantaranya adalah dengan melihat terlebih dahulu bahan apa saja yang diperlukan .. dan apakah bahan tersebut tersedia disekeliling kita, sehingga mempermudah dalam mencari baha utk praktikum tesb. Dan seharusnya utk kekurangan bahan seperti itu sudah memjadi tanggung jawab pengelola lab,dalam memeriksa bahan yg tersedia dan kelayakan pakai nya.

    BalasHapus