KETERAMPILAN MENGELOLA LABORATURIUM SEBELUM, PADA SAAT DAN SESUDAH PRAKTIKUM
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan praktikum di laboratorium
kimia antara lain:
PRA PRAKTIKUM
a. Pertemuan awal.
Pada pertemuan awal (sebelum pelaksanaan praktikum), baik kepala
laboratorium, guru pengampu praktikum maupun laboran bersama-sama mendiskusikan
format pelaksanaan praktikum yang akan dilaksanakan. Laboran bukanlah objek untuk
menyiapkan praktikum semata, sehingga perlu dilibatkan dalam diskusi awal karena
seorang laboran mengetahui seluk beluk peralatan dan bahan yang terdapat dalam
laboratorium. Hal-hal yang perlu dibahas dalam pertemuan awal antara lain:
i. Jenis praktikum.
Jenis praktikum dimaksud adalah praktikum yang bersifat kualitatif atau kuantitatif
yang akan dilaksanakan. Jenis praktikum yang akan dilaksanakan tentu saja harus
sesuai dengan peralatan dan bahan kimia yang tersedia di laboratorium serta alokasi
waktu yang disediakan untuk praktikum.
ii. Penanggungjawab praktikum.
Penanggungjawab praktikum yang akan dilaksanakan perlu ditentukan. Hal ini
diperlukan untuk menentukan guru yang bertindak sebagai pengampu praktikum
(bila guru kimia lebih dari satu)
iv. Mata Acara dan Pelaksanaan Praktikum
Guna memperlancar pelaksanaan praktikum, perlu dibuat tabulasi hari, tanggal,
mata acara praktikum yang akan dilaksanakan. Bila kelompok berjumlah besar,
pelaksanaan praktikum bisa dilakukan secara bergantian. Hal ini dilakukan untuk
mensiasati keterbatasan peralatan dan bahan kimia
b. Asistensi
Asistensi merupakan kegiatan awal sebelum pelaksanaan praktikum. Biasanya asistensi
dilakukan 1 minggu sebelum pelaksanaan praktikum. Pada kegiatan asistensi, guru
pengampu menjelaskan tata tertib, mata acara dan gambaran umum tentang praktikum
yang akan dilaksanakan (alat, bahan dan prosedur kerja yang utama), format pembuatan
laporan dan dasar penilaian.
c. Tes Awal
Tes awal (pretest) dilakukan sebelum pelaksanaan praktikum dan bertujuan agar siswa (praktikan) sudah mengetahui gambaran praktikum yang akan dilaksanakan. Tes awal
bisa dilakukan pada hari yang sama sebelum pelaksanaan praktikum. Jadi tes awal
dilakukan tiap kali akan dilakukan praktikum. Selain itu tes awal bisa juga dilakukan
satu kali sebelum pelaksanaan praktikum (lihat contoh tabulasi rencana acara
praktikum).
PADA SAAT PRAKTIKUM
a. Praktikum
Hal-hal yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan praktikum antara lain:
• Terlaksananya aturan-aturan dalam tata tertib praktikum, antara lain: pemakaian jas
praktikum (semua kancing jas dikancingkan), pemakaian sepatu yang menutupi jari
kaki, dll.
• Sebelum melaksanakan praktikum, siswa (praktikan) wajib meminjam alat kepada
laboran (petugas laboratorium) dengan mengisi form/bon peminjaman alat dan
meninggalkan identitas diri (kartu pelajar) di ruang peminjaman alat. Hal ini
bertujuan untuk memantau kerusakan alat yang dipinjam praktikan.
• Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan praktikum.
• Pengembalian alat. Alat yang dikembalikan kepada laboran harus dalam keadaan
bersih dan tidak rusak. Apabila rusak (misalnya alat gelas yang dipinjam rusak),
praktikan wajib mengganti dengan barang dan spesifikasi yang sama. Hal ini
bertujuan untuk mendidik praktikan agar bekerja dengan hati-hati.
PASCA PRAKTIKUM
a. Laporan
Laporan disusun setelah selesainya pelaksanaan praktikum dan ditulis dengan bahasa
Indonesia yang baik dan benar, menggunakan kalimat pasif untuk prosedur kerja.
Pembuatan laporan praktikum dapat dilakukan dalam bentuk laporan ataupun lembar
kerja siswa.
1) Pembuatan Laporan Praktikum
Laporan praktikum ada 2 macam, yaitu:
o Laporan sementara. Sistematika tergantung pada kegiatan praktikum yang
diikuti, misalnya:
> Nama praktikan
> Hari tanggal praktikum
> Judul Percobaan
> Hasil
o Laporan sementara yang sudah dibuat, ditandatangani oleh guru pengampu
praktikum, dengan tujuan agar data praktikum tidak diubah, sehingga data
praktikum di laporan sementara sama dengan data praktikum di laporan resmi.
o Laporan resmi
Contoh sistematika laporan resmi adalah:
* Judul Percobaan
* Tujuan Percobaan
* Landasan Teori
* Metoda Percobaan
* Hasil dan Pembahasan
* Kesimpulan
* Daftar Pustaka
Laporan resmi dikerjakan di rumah dan dikumpulkan pada awal praktikum
berikutnya.
2) Lembar Kerja Siswa
Lembar kerja siswa bisa digunakan sebagai ganti laporan praktikum. Format lembar
kerja sudah disiapkan pengelola laboratorium dan siswa tinggal mengisikan hasil
pengamatan yang didapat selama praktikum. Lembar kerda diisi setelah praktikum
dan dikumpulkan pada hari itu juga (tidak dikerjakan di rumah). Lembar kerja siswa
digunakan sebagai laporan praktikum dengan tujuan untuk menghemat waktu dan
tidak terlalu membebani siswa (praktikan).
g. Tes Akhir
Tes akhir (responsi) dilaksanakan setelah semua kegiatan praktikum selesai
dilaksanakan. Tes akhir bertujuan untuk mengetahu tingkat pemahaman siswa tentang
praktikum yang telah dilaksanakan. Satu minggu setelah mata acara praktikum terakhir,
bisa dilakukan pembahasan praktikum. Pada pembahasan, guru pengampu praktikum
menjelaskan segala sesuatu tentang praktikum (misalnya reaksi yang terjadi) dan siswa
diberi kesempatan bertanya apabila ada bagian-bagian yang belum dimengerti.
"permasalahan pada keterampilan dalam proses praktikum sering kali kita jumpai, salah satunya yaitu sulitnya mengkondisikan kelas dengan jumlah siswa yang banyak untuk dapat melakukan semua percobaan secara individu atau terlibat dalam praktikum. apa solusi untuk dapat menghindari supaya permasalahan itu tidak kita temui pada saat praktikum ?"
cara yang dapat dilakukan yaitu dengan membagi kembali jadwal pelaksanan praktikum tersebut menjadi dua atau tiga tergantung banyaknya individu dalam satu kelas tersebut, memang cara ini membutuhkan waktu yang lebih panjang namun jika dilihat dari efektifitasnya untuk dapat membuat seluruh individu dapat berperan akitf dalam proses praktikum cara ini cukup baik untuk dilakukan
BalasHapuscara yang dapat dilakukan dengan membagi menjadi 2 shif atau dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai alat yang ada. agar tidak terjadi yang bekerja hanya beberapa orang maka pratikum ini dibuat estapet jadi seandainya dalam 1 kelompok ada 10 orang jadi 5 orang disuruh mengerjakan setengah dari prosedur dan seteganya lagi prosedur selanjutnya. saat 5 orang yang bekerja dan yang 5 orang yang tidak bekerja bisa mengamati teman yang bekerja dan menyatat hasil yang didapat.
BalasHapussetuju dengan jawaban saudari syafira dan santi, namun disini saya ingin menanggapi sedikit bahwa dari upaya-upaya yang telah kita lakukan ternyata masih terkendala dalam penyediaan bahan-bahan kimia untuk praktikum. adakah solusi untuk mengatasi hal tersebut ?
BalasHapusMenaggapi pertanyaan kmbali dri saudari septi bahwa kendala pada penyediaan bahan bahan kimia , adapun sedikit solusinya diantaranya adalah dengan melihat terlebih dahulu bahan apa saja yang diperlukan .. dan apakah bahan tersebut tersedia disekeliling kita, sehingga mempermudah dalam mencari baha utk praktikum tesb. Dan seharusnya utk kekurangan bahan seperti itu sudah memjadi tanggung jawab pengelola lab,dalam memeriksa bahan yg tersedia dan kelayakan pakai nya.
BalasHapus